FILSAFAT RUH (SIRRUL ASRAR)
Dalam filsafat Islam modern, Syekh Dr. Yedi Supriadi mengulas QS Al-Hijr ayat 29 yang menyebutkan bahwa Allah meniupkan ruh ke dalam tubuh manusia yang sudah sempurna. Menurut Syekh Dr. Yedi Supriadi, ruh tidak semata-mata merupakan entitas spiritual abstrak, melainkan berfungsi sebagai penggerak jasad yang bergerak di bawah pengaruh jiwa (nafs). Dalam pandangannya, ruh berperan sebagai mediator ontologis antara jiwa dan jasad, memungkinkan jasad yang mati menjadi organisme hidup dengan kemampuan beraktivitas. Lebih lanjut, ruh adalah prinsip vital yang menggerakkan jasad secara mekanistik namun tetap terintegrasi dengan jiwa sebagai potensi diri, substansi kesadaran, sumber kehendak, emosi, dan pikiran. Jiwa memotivasi dan menjiwai aktivitas jasad melalui ruh sebagai penggerak.
Dengan
demikian, ruh bukanlah unsur pasif, melainkan agen vital yang diaktualisasikan
oleh jiwa untuk menggerakkan seluruh aktivitas jasad manusia dalam rangka
memenuhi tujuan penciptaan. Kajian ini menghadirkan pemahaman integral mengenai
hubungan fisik dan metafisik dalam diri manusia yang esensial bagi pengembangan
teori filsafat dan teologi Islam kontemporer.