Borrowed Legitimacy
Buku ini memperkenalkan sebuah model teoritis baru dalam Religious Studies: Borrowed Legitimacy. Model ini menjelaskan sebuah jebakan: ketika aktor politik sekuler-nasionalis mencoba memperluas modal simbolik dengan meminjam kesalehan, mengutip otoritas ulama, dan mengonstruksi narasi religius secara instan, ia sesungguhnya sedang membangun legitimasi di atas fondasi yang sangat rapuh.
Di era demokratisasi informasi, pinjaman moral itu tidak pernah gratis. Ia memiliki hukumnya sendiri. Begitu terjadi penolakan dari pemegang otoritas moral yang asli, terjadilah apa yang disebut penulis sebagai Legitimacy Reversal balik arah legitimasi. Sang pemberi stempel moral justru bermutasi menjadi verifikator independen yang meruntuhkan panggung kredibilitas kekuasaan itu sendiri. Pesan bergeser, krisis epistemik lahir, reputasi mengalami kontaminasi silang, dan publik jatuh pada kelelahan politik.
Monograf ini tidak berhenti pada diagnosa patologi. Syekh Dr. Yedi Supriadi menawarkan jalan keluar paradigmatik: dari kosmetik teks menuju Tasawuf Substantif. Sebuah tawaran untuk menggeser religiositas kekuasaan dari glorifikasi ritual artifisial menuju manifestasi nyata: keadilan kebijakan, ketegasan anti-korupsi, dan keberpihakan struktural kepada kaum mustadh’afin sebagai ibadah sosial.