metode sabar

Buku ini menawarkan sebuah konstruksi metodologis mengenai sabar sebagai entitas karakter yang terbentuk melalui dialektika antara dimensi Rububiyah dan Insaniyah. Dengan memanfaatkan kerangka analisis teologis, psikologis, dan fenomenologis, Syekh Dr. Yedi Supriadi menegaskan bahwa sabar merupakan proses self-formation yang berlangsung melalui internalisasi nilai ilahiah sekaligus pengelolaan dinamika psiko-emosional manusia.

 

Penulis mengajukan pendekatan integratif yang bersifat epistemologis, yaitu bagaimana manusia memahami dan menafsirkan sabar sebagai pengetahuan religius; ontologis, yakni bagaimana sabar beroperasi sebagai struktur kepribadian yang membentuk cara eksistensi manusia; serta aksiologis, yang menempatkan sabar sebagai nilai normatif yang memberi arah pada tindakan dan relasi sosial. Kajian ini menunjukkan bahwa sabar bekerja sebagai mekanisme regulatif yang menjembatani tarbiyah rabbaniyah dengan kebutuhan insaniyah, sehingga menghasilkan karakter yang stabil, reflektif, dan resilien.

 

Melalui analisis komparatif terhadap teks-teks keagamaan, model keteladanan para nabi, serta teori psikologi kontemporer, buku ini merumuskan paradigma pembentukan sabar sebagai proses transformatif yang dapat ditelusuri, diukur, dan ditumbuhkan melalui pendekatan pendidikan karakter. Dengan demikian, karya ini tidak hanya menjadi rujukan konseptual, tetapi juga kerangka metodologis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dalam mengkaji sabar sebagai fondasi pembentukan manusia paripurna.