Ketika Sang Mursyid Harus Pergi: Epistemologi Perpisahan dan Kemandirian Jati Diri
Ada sebuah paradoks mendasar di dalam struktur bimbingan spiritual (tarbiyah rūḥīyah): semakin dalam seorang guru membimbing muridnya, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memastikan bahwa murid tersebut pada akhirnya tidak hidup sekadar sebagai reproduksi atau bayang-bayang gurunya. Murid datang karena ia belum menemukan jalan. Ia berada di tengah kegelapan internal, membutuhkan petunjuk, koreksi, disiplin,
Ketika Sang Mursyid Harus Pergi: Epistemologi Perpisahan dan Kemandirian Jati Diri Read More »